HIChronicles

RELOAD, REBOOT, REORIENT: PENGGAMBARAN IDENTITAS “TIMUR TENGAH” PASCA PERISTIWA 9/11 DALAM VIDEO GAME CALL OF DUTY 4: MODERN WARFARE

Pasca fenomena 9/11, Amerika Serikat mulai menginisiasi kampanye militer “War on Terror” di wilayah Timur Tengah yang diimplementasikan dalam berbagai bentuk—mulai dari invasi langsung sampai dengan utilisasi media. Namun, nuansa dari kampanye ini ternyata lebih dalam dari sekedar tindakan melawan terorisme. Dalam tulisan ini, Bianca Hasian mengkaji lebih dalam mengenai upaya Amerika Serikat yang menggunakan “War on Terror” sebagai alat narasi politik yang berupaya untuk mereduksi identitas Timur Tengah, khususnya dalam video game militer seperti Call of Duty 4: Modern Warfare.

IDENTITAS POLITIK RUSSIA MELALUI BALLET PADA TAHUN 1900-1960

Abad ke-20 menjadi titik balik Rusia sebagai rising power dalam dunia internasional, dan bidang seni dan ekspresi kreatif—seperti tari balet, teater, dan opera—merupakan salah satu aspek penting dalam kebangkitan tersebut. Melalui tulisan ini, Neva Elena mengkaji lebih dalam mengenai utilisasi tari balet sebagai instrumen soft power Rusia pada rentang waktu 1900-1960.

Revisiting Mean Girls: Menilik Bingkaian Media Populer terhadap Perempuan Muda

Mean Girls merupakan film layar lebar Hollywood yang menceritakan mengenai dinamika kehidupan anak perempuan masa SMA. Film ini sukses meraih pendapatan box office hingga lebih dari 130 juta dolar dan menjadi ikon budaya populer pada awal tahun 2000-an. Berbagai produk budaya Mean Girls seperti GIF dan meme disebarluaskan oleh para penggemar melalui berbagai media sosial, seperti Facebook dan Twitter (sekarang X). Dalam hal ini, penulis akan mengulik lebih dalam film Mean Girls sebagai fenomena sosial.

Invasi, Bukan Perang

Meluasnya konflik antara Israel dan Hamas turut menciptakan berbagai diskursus akademis di dalamnya. Diskursus ini menunjukkan kompleksitas konflik dan menyoroti pentingnya memahami isu kemanusiaan dan keamanan dalam konteks konflik internasional . Selain itu, konflik Israel-Hamas juga menunjukkan bagaimana isu kemanusiaan masih menjadi perhatian dalam ilmu hubungan internasional, meskipun seringkali tidak mendapat perhatian yang setara dengan isu keamanan . Hal tersebut konflik antara Israel dan Hamas tidak hanya menciptakan dampak politik dan kemanusiaan, tetapi juga menciptakan diskursus akademis yang mendalam tentang isu-isu tersebut. Lantas, bagaimana integral antara isu keamanan dan kemanusiaan di dalam konflik Israel-Palestina? Apakah isu keamanan patut disetarakan dengan isu kemanusiaan? Dalam tulisan ini, Rama Raditya akan mengupas dan meninjau secara lebih mendalam terkait dimensi keamanan dan kemanusiaan berdasarkan publikasi tulisan sebelumnya.

Seratus Hari Perang Israel-Hamas: Observasi Enam Sisi Stratejik 

Perang Israel-Hamas yang telah melewati fase seratus hari pertama tidak hanya menimbulkan gejolak dalam dimensi kemanusiaan, tetapi juga turut menimbulkan gejolak yang begitu panas dalam dimensi stratejik. Oleh karena itu, dimensi stratejik tidak dapat diabaikan begitu saja mengingat masifnya dampak yang ditimbulkan dari Perang Israel-Hamas sebagai suatu konflik bersenjata. Hal ini membuat dimensi stratejik menjadi dimensi yang patut diperhatikan dalam perkembangan konflik antara Israel-Hamas. Dalam tulisan ini, Chris Wibisana menganalisis secara lebih mendalam terkait dengan enam segi stratejik dari perang Israel-Hamas berdasarkan gejolak yang terjadi selama seratus hari pertama berlangsungnya perang ini. Lantas, apa saja enam sisi stratejik yang akan menjadi pembahasan utama dalam tulisan ini?

Berputarnya Rol Film Kita: Refleksi Dan Proyeksi Kebangkitan Sinema Indonesia

Di tengah era digital dengan kebebasan pilihan hiburan ataupun komunikasi, film lokal dengan berbagai jenis genre dan kisah yang hendak diceritakan  masih memiliki tempatnya tersendiri di antara masyarakat Indonesia. Setiap harinya, bioskop-bioskop memutarkan berbagai tayangan film dan hampir setiap saat seseorang akan menemui terdapat poster film Indonesia terpampang di dinding. Barangkali tidak semua dari kita merupakan seorang yang memiliki antusiasme tinggi terhadap dunia perfilman, tetapi tidak dapat dimungkiri bahwa keberadaan film Tanah Air akan menjadi citra kita di mata dunia dan perkembangannya akan memiliki dampak khusus bagi relasi antara masyarakat Indonesia dengan dunia. Melalui tulisan ini, penulis ingin mengapresiasi kiprah sinema kontemporer sekaligus mencoba untuk melihat bagaimana momentum tersebut bisa berkembang lebih lanjut.

Demam Tambang: Pandangan Retrospektif Mineral dalam Geopolitik

Dewasa ini, konflik antara negara-negara acapkali terjadi akibat perebutan sumber daya alam. Negara yang kekurangan sumber daya berupaya merebut sumber daya alam dari negara lain yang memilikinya melalui cara diplomasi ataupun konfrontasi. Umumnya, sumber daya mineral merupakan sumber daya yang paling diperebutkan di antara sumber daya alam lainnya mengingat sifatnya yang langka dan tidak dapat diperbaharui. Artikel ini berupaya untuk mengkaji hal tersebut dengan meninjau artikel dari tahun 1967 karya John Ario Katili, guru besar geologi di ITB. Bagaimanakah pandangan beliau terhadap peranan sumber daya mineral dan bagaimanakah pengaruhnya terhadap dinamika geopolitik di Indonesia, Asia Tenggara, dan dunia pada masa itu?

Pusaran Instabilitas Niger: Penjatuhan Rezim Bazoum

Niger, sebuah negara yang terletak di kawasan Sahel, Afrika Barat yang selama puluhan tahun didera oleh instabilitas kini kembali jatuh ke dalam babak permasalahan baru, yakni kudeta yang menggulingkan rezim Muhammad Bazoum. Kudeta yang dilancarkan oleh pihak militer pimpinan Jenderal Abdourahamane Tchiani pada 26 Juli 2023 silam ini sejatinya merupakan insiden kudeta kelima sepanjang sejarah negara tersebut, namun sama seperti kudeta terdahulu, Niger kini kembali terjerumus ke dalam ketidakpastian dan mengarahkan Niger ke dalam konflik dengan negara asing. Tulisan ini akan membahas bagaimana Niger bisa jatuh ke dalam ketidakpastian seperti sekarang ini dan bagaimana keadaan negara tersebut pasca berlangsungnya kudeta.

Di Bawah Bayang Uni Eropa: ASEAN dan GCC

Berbicara dunia internasional tentu tak pernah terlepaskan dari dinamika yang terdapat di dalamnya. Dinamika yang terjadi tidak hanya antar aktor negara melainkan juga antar organisasi internasional. Diantara sekian banyak organisasi internasional yang eksis hingga saat ini yaitu GCC, ASEAN, dan Uni Eropa. Di samping perkembangan yang sangat pesat, ketiga organisasi tersebut juga kadangkala mengalami guncangan stabilitas baik dari sisi internal maupun eksternal. Namun, Uni Eropa kerap kali dijadikan contoh sebagai salah satu organisasi yang berhasil dan terbaik lewat kesuksesannya dalam mengonsolidasikan kekuatan negara untuk kekuatan institusi yang pada akhirnya membuat sebuah integrasi. Dalam tulisan ini, Mariska Kumalayati mencoba untuk menelaah lebih dalam terkait dengan komparasi antara GCC, ASEAN, dan Uni Eropa serta berbagai dinamika yang terjadi di dalamnya.

The Recruit (2022): Noah Centineo vs. Kejahatan Transnasional

The Recruit merupakan serial thriller action yang dirilis di Netflix sejak (16/12) lalu. Dibintangi oleh Noah Centineo, Victor Andres Turgeon-Trelles, Alexandra Petrachuk, Amanda Ip, Jamaal Grant, Laura Haddock, Andy Assaf, dan Michael Gregory Dagenais. The Recruit menampilkan tayangan segar untuk penonton dengan menyuguhkan aksi ringan dan intrik politik internasional yang penuh dengan teka teki. Tidak hanya itu, bagi mahasiswa hubungan internasional, serial ini menarik dari aspek isu yang diangkat. Menarik sekali, bukan?