Kronika

Lemahnya Praktik Demokrasi di Indonesia | KRONIKA

Demokrasi di Indonesia saat ini semakin lemah. Hal ini dapat dibuktikan dari semakin berkurangnya pihak-pihak yang mengkritisi kebijakan pemerintah dan justru berpindah ke pihak pemerintah. Terdapat tiga kelemahan penerapan demokrasi di Indonesia, yaitu adanya budaya politik feodalistis dan komunalistis, munculnya otoritarianisme mayoritas, dan pengesampingan ideologi dalam partai-partai di Indonesia. Selain itu, Indonesia juga mulai kekurangan suara kritis dari berbagai elemen masyarakat. Hal ini dikarenakan adanya ancaman kebebasan berekspresi secara terang-terangan. Akibatnya, kekuasaan pemerintah akan menjadi semakin semena-mena dan praktik demokrasi pun menjadi semakin tidak sehat.

Perjuangan Membela Korban: Jalan Terjal Pengesahan Undang-Undang TPKS | KRONIKA

Angka kasus kekerasan seksual yang terjadi pada 4 tahun semakin mengkhawatirkan. Selama 4 tahun ini, angka kekerasan seksual terus meningkat. Angka ini meningkat karena munculnya kampanye sosial yang mendorong korban agar bersuara untuk menuntut keadilan. Kehadiran UU TPKS menjadi angin segar bagi para penyintas. Terdapat beberapa butir penting dalam UU TPKS, yaitu: seluruh tindak perilaku pelecehan seksual disebut sebagai kekerasan seksual, keberpihakan payung hukum kepada korban, adanya sanksi tegas terhadap pelaku, adanya  sanksi terhadap lembaga yang melakukan tindakan kekerasan seksual, serta keterangan dari saksi atau korban dengan disertai satu alat bukti sudah cukup untuk menentukan dakwaan.

The Inuit against the World: Kompleksitas Isu Masyarakat Utara Bumi | KRONIKA

Masyarakat Inuit, penduduk pribumi Kanada dan beberapa wilayah di tetangganya, ternyata mendapatkan berbagai permasalahan yang dimiliki. Mulai dari isu perubahan iklim, penggunaan zat adiktif, dan lain-lain. Namun dibalik itu semua, salah seorang di antara mereka mulai bangkit dan membentuk sebuah organisasi yang mengedepankan hak dan kepentingan masyarakat Inuit, dan memberi harapan bagi masyarakat Inuit agar mereka hidup dalam kesejahteraan

Representasi: Permasalahan Penerapannya di Bawah Bendera Disney | KRONIKA

Baru-baru ini, Disney banyak menekankan nilai-nilai inklusif di dalam karya-karyanya. Namun, inklusivitas dalam karya-karya Disney mengundang banyak kritik karena beberapa tindakannya yang dianggap bertolak belakang dengan nilai inklusif yang ingin ditonjolkan tersebut. Disney pernah menghilangkan aktor kulit hitam John Boyega dalam poster Star Wars: The Force Awakens untuk pasar Tiongkok, melakukan whitewash dalam film Dr. Strange, dan tidak menggunakan aktor yang representatif di serial Moon Knight. Tidak hanya isu representasi, Disney juga melakukan pencampuradukan kultur yang dianggap sebagai cultural appropriation dan strategi queerbaiting seperti dalam serial Loki hanya untuk menarik perhatian penonton progresif.