Nyeni: Surya

Nyeni: Surya merupakan kumpulan submisi seni keluarga HI UI. Karya-karya keluarga HI UI yang terkumpul dihimpun dan disebarluaskan agar dapat sampai kepada seluruh pembaca. Semoga karya-karya ini dapat mengembangkan minat dan bakat kesenian seluruh pembaca dan pengirim. Pesan Divisi Seni untuk pembaca adalah:

Jangan biarkan kalian berdiri di tengah badai dan ombak sendirian. Dan mari kita bersama-sama menyusuri tempat-tempat indah dalam mimpi anak-anak baik.

Selamat menikmati….

P U I S I

Rebellion

(Inquisitive Quill)

Oh how we have suffered

For all the wars, subjugation, and persecution they discovered

Blinded by them, we have been fooled

Tyrants, monsters, evils, rose and praised

Rise, and cast out these chains!

Embrace ourselves, break these reins!

For rationality is glorious, a shining light

While dogmas are moronic, a blinding sight

By those who have misled and depraved

No longer shall we be enslaved!

Kala Hati Berteriak Dalam Kesunyian 

Aku tidak baik-baik saja 

Aku bisa merasakan kekosongan di dalam jiwaku 

Menghantuiku di belakang pikiranku 

Rasa ini seperti menusuk setiap inci tulang belakangku 

Aku bisa merasakan jemariku, mereka mulai kehilangan kehangatannya—lupa  seperti apa rasanya ketenangan 

Aku merasa hampa, dalam sebuah kotak ketidakpastian, hanya ditemani rasa  takut ini, rasa takut kehilangan dan ditinggalkan 

Ia mengingatkanku bahwa hidup dan mati terasa sama saja, keduanya kosong  dan penuh rasa sakit 

Aku ingin suara-suara ini untuk berhenti. Suara-suara yang mengatakan bahwa aku memang layak untuk ditinggalkan, bahwa tidak ada orang yang akan pernah mencintaiku 

Kadang, aku berpikir. 

Jika diriku bisu dan tuli, apakah aku masih dapat mendengar suara-suara ini di kepalaku? 

Jika saja aku mati, apakah suara-suara ini akan berhenti? Atau apakah ia akan terus berulang di alam bawah sadarku? 

Apakah itu alasan mengapa bayi-bayi menangis?  

Karena mendengar suara di kepala mereka yang tidak mereka inginkan?  Tak tahu akan apa yang suara-suara ini ingin sampaikan? Apakah ini alasan mengapa tangisan mereka berhenti saat seseorang memeluk  mereka dengan kehangatan?  

Karena ada “rumah” yang bisa mereka kunjungi saat kehangatan tersebut  sedang dibutuhkan? 

Aku merasa marah 

Aku merasa kecewa 

Aku merasa putus asa 

Aku merasa sakit yang teramat sangat, tapi aku tak tahu bagaimana  menyelamatkan diriku. 

Benar kata orang, musuh terbesar seseorang bukanlah orang lain, tapi  pikirannya sendiri. 

Aku tidak ingin menyakiti 

Aku ingin berhenti 

Aku ingin mengasihinya dengan seluruh bagian jiwaku 

Aku tidak ingin ia merasakan rasa sakit yang tak kunjung pergi ini

Namun, suara-suara dan pikiran laknat ini terus menarikku

Bagai jangkar pada kapal, sejauh apapun aku pergi, beratnya beban ini akan selalu menarikku, kembali berputar dalam lingkaran setan yang tak akan pernah berakhir.

Tentang: Stefanny 

(Gibraltar A. M. Lazuardi)

Alur kata dan makna dalam kepalaku kusut 

Pun begitu, biarlah semuanya ku tata ke dalam satu tulisan yang bisa jadi tak runtut 

Cerita yang santer tersebut namun tak jua bersahut 

Tentang perempuan bernama Stefanny yang kutemui di sebuah kota kecil yang 

berkabut… 

Aku sadar ia bisa jadi sedang dikelilingi peperangan 

Yang luka, senjata, dan deritanya enggan ia ceritakan 

Pun, demi tuhan aku ingat tak satupun dari dirinya tampak kecacatan 

Karena aku saksikan sendiri cahaya kuning bersinar dari dirinya bak dinding Istana  Ottoman.. 

Andai saja ku punya kuasa tuk’ putar balik satu menit, biarlah satu menit itu yang jadi  selamanya 

Satu menit pertemuanku dengannya di sebuah bar kecil di sudut kota 

Bila saja waktu itu ku bungkus rapih permohonan maaf ku padanya 

Atas ingin yang terlampau menggebu, atas hasrat yang terlewat membara 

Padamu Stefanny yang menuntun tanpa menggapai, yang bersahaja tanpa mencinta.. 

Bali, 30 November 2022 (22:12)

Vin.

Too much is never a good sign, but I had loved you that way.

I never regret that, regardless. I just wish I could write down things that made me stumble…

things that remind me of you–butworld and everything in it.

And to have been able to love you, I guess I had used all my lifetime luck.

[Mungkin]

(Oginc)

Mungkin, Jakarta terlalu berisik untuk menyendiri 

bersama langit yang akan pergi.

Tapi, ternyata riuh dan bising terlalu baik 

untuk ditinggal sendiri.

Mati Lampu

(Alva Sagala)

langit menjerit mencurahkan seluruh keluh

dalam satu hetak gemuruh guntur

dan nyala lampuku pun sembunyi di balik kelambu hitam pekat

aku buta.

F O T O G R A F I

Kala kilau batin menuju kelam, bagaimanakah benak harus berkalam?

Jeka

Demikianlah manusia: ia terlampau lemah untuk melanjutkan perjalanan tapi juga terlalu segan untuk memilih kembali pulang ke rumah.

Lazuardi

In the shot : Anissa Sherly Rahma (HI 20).

Equipment : Polaroid SX-70, Color Film.

Location : Universitas Indonesia.

Kampus Kemarau

(Zaid)

memori ada karena ketiadaan.

kau lelap di sore hari dan sadar

lalat besar merangkak di jalan.

mimpimu terseok-terseok di kubangan.

yang bernyawa jadi mati.

scooter berdentum keji.

lampu merah berlari.

bata merah meratapi.

kau bangun terhentak lelehan mentari.

Hangatnya Malam

Bintang Langit

Portrait

Snafu

HIQuarters, Meet the Author!

Divisi Seni HMHI UI

Divisi Seni HMHI UI adalah sebuah divisi di dalam organisasi Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (HMHI UI) yang menjadi wadah utama bagi Keluarga HI UI untuk mengembangkan potensi dan minat dalam bidang seni. Divisi Seni juga bertanggung jawab untuk menciptakan berbagai program di bidang seni yang kolaboratif dengan Mahasiswa HI UI secara keseluruhan.

Divisi Seni HMHI UI
Divisi Seni HMHI UI

Divisi Seni HMHI UI adalah sebuah divisi di dalam organisasi Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (HMHI UI) yang menjadi wadah utama bagi Keluarga HI UI untuk mengembangkan potensi dan minat dalam bidang seni. Divisi Seni juga bertanggung jawab untuk menciptakan berbagai program di bidang seni yang kolaboratif dengan Mahasiswa HI UI secara keseluruhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *