hi ui

IDENTITAS POLITIK RUSSIA MELALUI BALLET PADA TAHUN 1900-1960

Abad ke-20 menjadi titik balik Rusia sebagai rising power dalam dunia internasional, dan bidang seni dan ekspresi kreatif—seperti tari balet, teater, dan opera—merupakan salah satu aspek penting dalam kebangkitan tersebut. Melalui tulisan ini, Neva Elena mengkaji lebih dalam mengenai utilisasi tari balet sebagai instrumen soft power Rusia pada rentang waktu 1900-1960.

Jumat Berilmu, Jumat Ceria

Jumat berilmu, Jumat ceria. Begitulah kira-kira gambaran kegiatan para mahasiswa HI UI pada hari ini. Mulai dari kuliah-kuliah pada pagi hari yang sangat menguras otak, kegiatan Sober (Sore Berilmu), hingga ke seminar yang diselenggarakan oleh departemen. Tentu bukanlah hal yang…

Belanja, oh, Belanja:  Rekomendasi Mata Kuliah Pilihan Dari Anak HI, Untuk Anak HI, Oleh Anak HI

Bingung mau belanja apa? Galau mau belajar apa? Jangan gundah, jangan risau! Redaksi HI-Quarterly hadir untuk membantu teman-teman HI UI yang sedang pusing menentukan mata kuliah (matkul) pilihan yang hendak diambil. Dengan menelusuri jejak anak-anak HI yang sudah lebih dahulu menjajaki berbagai matkul pilihan dari departemen kita sendiri hingga menyeberangi fakultas, HI-Call edisi kali ini akan menyajikan daftar rekomendasi matkul yang bisa diambil teman-teman HI UI yang masih belum yakin hendak memilih matkul pilihan apa.

IISMA in Poland: Three Months of Wondrous Knowledge and Cultural Exchange

Pada edisi HI-Call kali ini, Redaksi HI-Quarterly menelusuri jejak Fadia di kota bersejarah tempatnya mengikuti program pertukaran pelajar besutan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI, yakni Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA). Di Warsaw, Fadia menikmati program IISMA yang diwarnai oleh pengalaman-pengalaman baru yang unik dan menyenangkan. Bagaimana kisah Fadia selama 3 bulan belajar di negeri orang? Dari masa persiapan, keberangkatan, hingga pelajaran hidup yang ia dapat ketika kembali ke Indonesia, semua itu akan diulas dalam edisi HI-Call ini.

Konsisten Melagukan Berita: Sebuah Ulasan Perjalanan Musik Efek Rumah Kaca sejak ‘Self Titled’ hingga ‘Sinestesia’ 

Sejak mulai bermusik pada dekade awal 2000-an, Efek Rumah Kaca (ERK) konsisten untuk terus membahas permasalahan sosial-politik di sekitar kita. Selama kurang lebih dua dekade berkarya, trio pop minimalis tersebut telah sukses menelurkan tiga buah album dan satu EP (mini album). Sebagai remaja yang tumbuh dewasa sembari mendalami kepingan-kepingan musik mereka, penulis akan memberikan sedikit ulasan terhadap tiga album pertama ERK yang bagi penulis tidak hanya menjadi satu medium yang monumental dalam mendalami musik sebagai sebuah kepingan seni, melainkan juga menjadi “baptis” pertama penulis dalam menumbuhkan kesadaran sosial-politik dalam ruang personal.

Shibuya-Kei’s Societal Spirit of Music Creation and Our Nation’s Youngsters’ Perception of Popular Music Culture

A short ‘sotoy’ writing I created during the days I loved to listen to any kind of music. Sebenarnya kapan aja, sih. Tulisan ini mungkin bisa merepresentasikan relasi identitas, kreasi music, dan kultur populer anak muda Indonesia sekarang. At least waktu penulisan artikel ini, gua melihat bahwa ada gap antara persepsi bagi identitas sesuai dengan genre atau tipologi musik. Tulisan ini berusaha bilang kalo relasi itu ga seharusnya eksis dan bahkan pada titik tertentu jadi kognisi yang prominen di masyarakat. Listen, love, and create apa pun bentuk musik yang kalian mau.

Keren! Juara 1 Duta Bahasa Jawa Barat Datang dari HI UI

Di seri ke-2 HICALL ini, HI Quarterly berkesempatan untuk bertemu Kak Florie Aurantia, mahasiswa Program Studi Sarjana Ilmu Hubungan Internasional Angkatan 2018. Kak Florie baru saja memenangkan predikat Juara 1 dalam ajang Duta Bahasa Jawa Barat tahun 2021. Mari ikut mimin HQ intip keseruan perjalanan dan perjuangan Kak Florie dalam meraih predikat tersebut.